1000Agenda

Ngeruk Microlibrary Babakan Sari, 28 Juli 2019

Penulis: Tim Pengurus 1000Kebun

Pukul 08.00 pagi, di saat matahari masih belum bersinar terik, berkumpullah beberapa orang dengan perlengkapan berkebun. Mereka mengaduk-aduk tumpukan media tanam, sedangkan sejumlah orang yang lain membangun instalasi kayu. Sejumlah karung-karung ditumpuk di sisi lapangan kosong. Tepat di depan lapangan tersebut, berdiri sebuah bangunan bergaya minimalis dengan bentuk dominan kotak. Microlibrary Babakan Sari, demikianlah nama bangunan yang terletak tidak jauh dari Kantor Kecamatan Kiaracondong.

Kumpulan peserta Ngeruk Microlibrary

Bila Anda menerka bahwa semua keramaian ini adalah aktivitas berkebun, maka Anda benar. Kegiatan ini adalah Ngebun Seru Yuk! (Ngeruk), yang secara berkala diselenggarakan oleh Komunitas 1000Kebun. Ngeruk merupakan kegiatan yang terbuka bagi umum. Dalam Ngeruk kali ini, selain peserta berkebun yang mendaftar, terdapat juga rekan-rekan yang ikut berkolaborasi. Mereka adalah Karang Taruna Tunas Sari, sebagai perwakilan warga setempat, dan SHAU Architec, biro arsitektur yang merancang Microlibrary.

Lokasi penanaman dalam Ngeruk ini adalah bagian atap Microlibrary, yang dirancang khusus dengan timbunan tanah agar bisa ditanami. Tahap pertama yang dilakukan adalah pengolahan lahan dengan menggali tanah hingga sedalam 30 cm. Lubang ini kemudian akan diisi dengan media tanam campuran, yang bersifat lebih gembur dibandingkan tanah yang digunakan di atap Microlibrary.

Penggalian tanah untuk diisi dengan media tanam

Sementara itu, peserta Ngeruk yang lain menyiapkan media tanam berupa campuran pupuk kandang, sabut kelapa, sekam bakar dan kompos. Keempat bahan tersebut dicampur dengan perbandingan merata hingga merata.

Peserta Ngeruk mencampurkan media tanam

Ketinggian optimal yang dibutuhkan untuk penanaman adalah 50 – 60 cm. Karena keterbatasan lahan, maka digunakan raised bed untuk menyiasati kurangnya ketinggian. Raised bed merupakan bak kayu yang dibuat untuk wadah penanaman. Ukuran yang digunakan pada Ngeruk kali ini adalah 1,5 x 1,5 m. Raised bed yang telah disiapkan kemudian diisi dengan media tanam.

Proses pembuatan raised bed
Raised bed yang sudah jadi

Tahap selanjutnya adalah menanam bibit sayuran yang telah disiapkan. Bibit sayuran yang dipakai kali ini adalah selada. Selain sayuran, beberapa jenis tanaman hias juga disertakan untuk memperindah kebun atap Microlibrary.

Bibit sayuran yang akan ditanam
Penanaman bibit sayuran

Salah satu yang menarik dari Ngeruk kali ini adalah adanya drone yang digunakan untuk mendokumentasikan kegiatan. Yang menyelenggarakannya adalah Dudi Sugandi, fotografer kondang yang banyak dikenal masyarakat, terutama warga Bandung. Keberadaan drone ini menarik perhatian peserta, terutama anak-anak.

Drone yang digunakan untuk dokumentasi
Dudi Sugandi, fotografer kondang, menunjukkan cara mengoperasikan drone kepada anak-anak

Sesuai dengan prinsip-prinsip 1000Kebun, Ngeruk mengajak pihak – pihak pemangku kepentingan dalam kegiatan kolaborasi. Hal ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran dan membagikan pengetahuan terhadap gaya hidup berkelanjutan, antara lain melalui pertanian kota. Keterlibatan masyarakat setempat, dalam hal ini Karang Taruna, merupakan aspek yang sangat penting untuk menyebarkan nilai – nilai hidup berkelanjutan kepada masyarakat umum. Manfaat jangka panjang yang diharapkan adalah terjaganya kelestarian lingkungan dan meningkatnya kesehatan masyarakat, yang bermanfaat bagi terbentuknya masyarakat yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *