1000Kiat

Ngeruk: Menyemai Sayuran bersama Kebun Akaran

Untuk mengisi kegiatan selama #dirumahaja, Komunitas 1000Kebun mengadakan NGERUK: Ngebon Seru, Yuk! virtual melalui Instagram LIVE. Para pegiat komunitas dan berbagai narasumber secara langsung bercerita aktivitasnya, serta berbagi tips berkebun. Artikel ini merupakan ulasan dari NGERUK Virtual Komunitas 1000Kebun bersama Kebun Akaran yang dilaksanakan pada 7 April 2020. Yang menjadi pengisi materi pada sesi NGERUK kali ini adalah Rd. Galih Raditya, Founder Kebun Akaran dan Ketua Komunitas 1000Kebun, serta dipandu oleh Mentari Alwasilah (Tim Pengurus Komunitas 1000Kebun).

ALAT DAN BAHAN

Penyemaian benih sayuran untuk berkebun organik membutuhkan beberapa alat dan bahan yang perlu dipersiapkan, antara lain:

1. Media Tanam

Media tanam merupakan salah satu elemen utama dalam sistem organik, komposisinya harus seimbang serta mengandung nutrisi yang cukup bagi benih untuk tumbuh. Kebun Akaran meramu media tanam dengan meniru sifat tanah subur yang terdiri dari tiga (3) jenis bahan, antara lain:

  • Sabut kelapa halus (dapat diganti dengan tanah), berfungsi sebagai pengikat air.
  • Sekam mentah/bakar (dapat diganti dengan pasir), berfungsi sebagai drainator dan aerator.
  • Kompos (dapat diganti atau dicampur dengan kascing/pupuk kandang), berfungsi sebagai sumber nutrisi.

Ketiga media tersebut dicampur dengan komposisi 1:1:1 agar setiap jenisnya berfungsi dengan seimbang. Jangan khawatir karena nutrisi hanya terkandung 1/3 bagian dari media ini, pada proses ini benih belum membutuhkan nutrisi yang banyak selama pertumbuhannya menjadi kecambah.

 

2. Wadah semaian

Wadah yang digunakan untuk penyemaian dapat terbuat dari bahan apapun, utamanya bahan tahan air. Penggunaan barang bekas sebagai tempat menyemai sangat baik untuk mengurangi volume sampah rumah, bisa gunakan kemasan bekas minyak goreng, tetrapack, kotak kue, plastik snack, plastik minuman, dll.  Perlu diperhatikan, wadah yang digunakan harus berpori di bawahnya sebagai akses air keluar sehingga tidak menggenang, bila ini terjadi dapat mengganggu pertumbuhan benih yang sangat sensitif akan perubahan suhu dan kondisi ekstrim lainnya. Kebun Akaran merekomendasikan menggunakan tray karena memudahkan perhitungan bibit yang layak dipindah ke lahan, sehingga kualitas sayur akan lebih terkontrol, terutama bagi yang berencana untuk skala produksi sayur. Pemilihan wadah dapat disesuaikan dengan ketersediaan barang dan juga kapasitas diri, yang penting jangan sampai membebani serta menyulitkan dalam proses berkebun.

3. Benih sayuran

Benih sayuran yang dipilih dapat berasal dari jenis sayuran apa pun. Untuk mendapatkan benih sayuran kini sangat mudah, dapat diakses dengan mudah di berbagai platform online. Bagi Anda yang ingin mulai berkebun, kami merekomendasikan untuk menanam jenis sayuran hijau seperti selada, pakcoy, sawi hijau, bayam, kangkung yang dapat dipanen kurang lebih pada hari ke-40. Perawatannya juga tidak terlalu sulit, cukup disiram sehari sebanyak dua kali pada pagi dan sore hari.

PENYEMAIAN BENIH

Dalam praktik penyemaian benih, Anda dapat menyesuaikan dan memanfaatkan ketersediaan media yang ada di sekitar. Setiap jenis benih tanaman memiliki karakter yang berbeda, sehingga perlakuan selama penanaman pun berbeda. Berikut adalah panduan umum langkah-langkah penyemaian benih, yaitu:

  1. Siapkan media tanam, aduk ketiga jenis media hingga merata.
  2. Siram media dengan air secukupnya. Media harus dalam kondisi lembab, jangan terlalu basah ataupun terlalu kering. Indikator kelembaban bisa dilihat dengan menggenggam media. Kelembaban ideal dapat dikatakan tercapai bila media tidak meneteskan air saat digenggam, dan tidak pecah atau hancur ketika genggaman dibuka media tanam harus dalam kondisi lembab sebelum dimasukkan ke dalam wadah semaian agar sabut kelapa mengembang. Jika media dimasukkan ke dalam wadah dalam kondisi kering, sabut kelapa masih dalam kondisi menciut, sehingga akan mengembang saat disiram air dan dapat menyebabkan media tanam terlalu padat.
  3. Siapkan wadah semaian, masukkan media ke wadah. Tekan perlahan agar media cukup padat dan tidak ada ruang kosong.
  4. Masukkan benih ke dalam wadah. Perhatikan kedalaman penanaman benih. Benih berukuran besar (kangkung, kacang-kacangan, pare, dsb.) memerlukan kedalaman maksimal 3 cm dari permukaan media tanam. Benih berukuran kecil (selada, cabai, bayam, dsb.) cukup ditanam dengan kedalaman 0,5 cm dari permukaan media. Bila benih disemai di dalam tray, setiap 1 lubang ditanami 1 benih untuk menjaga efisiensi nutrisi dan kemudahan menghitung benih. Bila penyemaian menggunakan wadah cukup besar, beri jarak sekitar 3-5 cm antar benih untuk efisiensi nutrisi dan menjaga akar antar benih tidak saling terikat serta mudah untuk dipindah tanamkan.
  5. Beri air secukupnya sampai media cukup lembab. Sebaiknya menggunakan spray untuk meminimalisir perubahan posisi dan kedalaman benih.
  6. Tutup semaian dengan karung/dus bekas. Proses perkecambahan lebih maksimal dalam kondisi gelap, pertumbuhan akar primer sangat sensitif dalam perubahan suhu.
  7. Buka tutup semaian setelah benih berkecambah. Kecambah biasanya mulai muncul umumnya pada hari ke-3, setiap jenis benih akan berbeda-beda.
  8. Pindahkan semaian di tempat yang terkena matahari. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan proses fotosintesis.
  9. Siram semaian. Sebaiknya 2x sehari pada pagi (sebelum jam 9) dan sore (setelah jam 3). Penyiraman semaian direkomendasikan menggunakan spray karena kondisi batang belum kuat dan mudah patah.
  10. Pindahkan bibit ke tempat atau lahan yang lebih besar. Pindah tanam umumnya dapat dilakukan pada minggu ke-2, setelah tumbuh daun pertama (kotiledon) dan empat daun sejati. Pada kondisi ini daya tahan batang lebih kuat dan kondisi benih lebih stabil. Kotiledon dan daun dapat dibedakan dengan melihat tulang daun, kotiledon tidak memiliki tulang daun. Hati-hati saat memindahkan bibit, pindahkan beserta medianya untuk menjaga akar tidak rusak.

Dalam proses penyemaian benih, lokasi penyimpanan bibit semaian menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Bibit yang berusia sekitar 1-2 minggu sebaiknya disimpan di tempat yang terlindung dari hujan langsung. Pada usia ini, bibit semaian masih rentan dan batangnyan belum terlalu kuat. Semaian yang telah memiliki lebih dari 4 daun sejati sudah memiliki ketahanan yang lebih baik, sehingga dapat bertahan dari terpaan hujan langsung. Bagi yang menanam dalam skala produksi, sangat dianjurkan untuk menyimpan semaian di dalam screen house yang ditutup dengan tirai polinet.

Benih yang akan disemaian dapat diberi perlakuan prapenyemaian dengan cara direndam dalam air. Perendaman dapat membantu proses perkecambahan. Perlakuan ini diterapkan pada benih-benih berukuran besar dengan direndam sekitar 24 jam sebelum disemai. Adapun benih berukuran kecil selada, bayam, pakcoy tidak perlu direndam.

Keberhasilan atau kegagalan penyemaian benih ditentukan oleh beberapa faktor. Seringkali benih yang disemai mengalami gagal tumbuh dan mati. Salah satu penyebabnya adalah kompos yang digunakan dalam media tanam masih panas (proses penguraiannya belum sempurna). Masalah lain yang juga sering muncul adalah benih dimakan hewan, terhanyutkan oleh air, terkena serangan jamur, serta kekurangan kelembaban media tanam yang diperlukan.

Serangan hama menjadi masalah yang cukup umum dalam penyemaian. Salah satu jenis hama yang sering menyerang bibit semaian adalah belalang, yang memakan dedaunan bibit semaian. Serangan belalang lebih sering terjadi di lokasi semaian yang terbuka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menangkal belalang adalah menanam secara polikultur. Beberapa jenis tanaman dapat menarik predator hama dan menjadi pengalih hama, misalnya bunga matahari, bunga kenikir, bunga marygold, atau tanaman jenis herbs yang memiliki daun aromatik sehingga menutupi aroma sayuran. POC (Pupuk Organik Cair) juga dapat digunakan sebagai penangkal belalang, dengan cara disemprotkan ke daun saat sore hari.

Semoga ulasan NGERUK Menyemai Benih ini dapat membantu berkebun selama #dirumahaja. Selamat mencoba, nikmati prosesnya. Jangan lupa bagikan cerita pengalaman berkebun anda ke Instagram Komunitas 1000Kebun. Selamat Berkebun!

Penulis: Mentari Alwasilah | Editor: Edo Sistanto | Foto: Mentari Alwasilah, Kebun Akaran, Rhea Laras dan Shafira Maharani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *