1000Inspirasi

Gentong Organik: Berkebun Organik dalam Gentong

Berkebun sayuran menjadi salah satu hobi yang banyak diminati oleh masyarakat. Selain menyenangkan, tanaman yang dihasilkan juga dapat dijadikan sumber pangan rumah tangga. Keterbatasan lahan berkebun, terutama di kota-kota besar, tidak menjadi halangan untuk menjalankan hobi berkebun sayuran. Berbagai cara dilakukan untuk menyiasati masalah ketersediaan lahan. Salah satu diantaranya adalah Melly Savitri. Ibu rumah tangga yang tinggal di Perumahan Deltasari, Waru, Sidoarjo ini mengembangkan metode berkebun yang cocok untuk pertanian kota (urban farming).

Melly menuturkan bahwa kegiatan berkebunnya dimulai sebagai hobi. Menurutnya, berkebun sayuran merupakan cara yang tepat untuk memenuhi kebutuhan makanan rumah tangga. Lama kelamaan, ia semakin mendalami dan menjalani berkebun, hingga akhirnya hasil kebun yang dihasilkan dapat menjadi tambahan penghasilan rumah tangga. Melly sendiri memilih berkebun sayuran organik karena sayuran yang dihasilkan lebih sehat dan aman dari zat-zat berbahaya, terutama pestisida. Ia sangat mengkhawatirkan beredarnya sayuran-sayuran berpestisida yang banyak beredar di pasaran. Hal inilah yang memotivasi Melly untuk berkebun organik, sehingga dapat memberikan sayuran sehat bagi keluarganya.

Lazimnya masyarakat yang tinggal di perkotaan, ketersediaan lahan menjadi masalah utama untuk berkebun. Solusi yang dipilih Melly yaitu menanam sayuran dalam gentong. Gentong Organik (Gen-O), demikian nama yang dipilih, merupakan metode berkebun sayuran dalam gentong. Instalasi Gen-O berupa gentong plastik yang dilubangi pada bagian pinggirannya. Dengan jumlah lubang sekitar 70 buah, instalasi Gen-O memungkinkan penggunanya untuk menghasilkan sayuran dalam jumlah banyak dengan lahan terbatas. Gen-O tersedia dalam dua ukuran, yaitu volume 150 liter dan 200 liter. Media tanam yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Melly menggunakan media tanah karena menurutnya, tanah menyediakan unsur-unsur hara yang menunjang perkembangan sayuran organik yang ditanam.

Menanam sayuran pada Gen-O

Di bagian tengah instalasi Gen-O, terdapat instalasi komposter yang terbuat dari pipa paralon. Fungsinya adalah sebagai wadah penampungan sampah organik yang akan diolah menjadi kompos. Sampah dapur merupakan sumber sampah organik yang dapat dimanfaatkan dan sangat mudah diperoleh. Ragam jenis sampah dapur dapat diolah menjadi kompos. Sampah dapur berukuran besar, seperti tulang sapi, sebaiknya tidak dijadikan bahan kompos. Untuk mencegah datangnya tikus, disarankan menggunakan sampah dapur dari bahan mentah, seperti gagang sayuran, kulit bumbu, kulit buah, kulit telur, ampas kopi, teh, dan air cucian beras.

Untuk membantu optimalisasi pengolahan sampah dapur menjadi kompos, Gen-O memanfaatkan cacing tanah sebagai mitra kerja. Cacing-cacing ini ditanam di instalasi Gen-O. Mereka akan memakan sampah-sampah organik, yang pada selanjutnya membantu proses pengomposan. Hasil buangan cacing, yaitu kotoran cacing alias kascing (bekas cacing), juga mengandung nutrisi-nutrisi yang sangat dibutuhkan sayuran dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

Instalasi Gen-O juga memiliki fitur penghematan air. Air yang disiram ke tanaman akan ditampung di bak penampung, yang terletak di bagian bawah. Air yang tertampung sudah tercampur dengan nutrisi cair dari proses pengomposan sampah dapur. Hasilnya adalah pupuk organik cair, yang dapat digunakan untuk penyiraman tanaman. Kandungan nutrisi pada pupuk organik cair ini mudah diserap tanaman.

Struktur instalasi Gen-O

Gen-O dilengkapi dengan roda di bagian kaki-kaki penopang, sehingga mudah diputar dengan rotasi penuh. Pemutaran ini disesuaikan dengan arah dan intensitas sinar matahari, sehingga semua tanaman mendapat sinar matahari yang cukup. Sinar matahari, terutama pada pagi hari, merupakan komponen vital yang menunjang pertumbuhan tanaman. Gen-O juga tersedia dalam berbagai warna yang menarik, sehingga dapat membantu mempercantik halaman rumah.

Bagi Melly, Gen-O merupakan cara berkebun yang menyenangkan. Ia menuturkan, sistem ini sejalan dengan konsep Happy Farming yang diusung oleh suaminya. Berkebun yang menyenangkan dapat dirancang dengan sistem yang mudah. Pelakunya tidak perlu mencangkul atau kelimpungan merawat tanamannya. Semakin tinggi kecintaan pada berkebun, maka akan semakin antusias menjalankannya.

Berbagai jenis instalasi Gen-O

Berbagai jenis instalasi Gen-O

Tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai Gen-O? Anda dapat melihat di profil Instagram @gentong.organik atau menghubungi nomor Whatsapp di 0813-3182-3625. Dengan semua fitur-fitur yang tersedia, Gen-O dapat menjadi metode pilihan bagi peminat urban farming.

Penulis: Melly Savitri | Editor: Edo Sistanto | Foto: Melly Savitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *