1000Inspirasi 1000Kiat

Menghadapi Pandemi dengan Tanaman Obat

Tanaman obat secara umum dapat didefinisikan sebagai jenis tanaman yang sebagian, seluruh dan atau eksudat (isi sel) tanaman tersebut digunakan sebagai obat, bahan atau ramuan obat-obatan. World Health Organization (WHO) mendefinisikan tanaman obat atau medicinal plants sebagai tanaman yang digunakan dengan tujuan pengobatan dan merupakan bahan asli dalam pembuatan obat herbal (WHO, 1998).

Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki hutan hujan tropis terbesar di dunia memiliki potensi sebagai produsen tanaman obat dunia. Dari total sekitar 40.000 jenis tanaman obat yang telah dikenal di dunia, 30.000-nya disinyalir berada di Indonesia. Sebagai negara yang berada di daerah tropis, Indonesia mempunyai potensi tanaman obat kedua terbesar di dunia setelah Brazil. Dari total sekitar 40.000 jenis tumbuh-tumbuhan obat yang telah dikenal di dunia, 30.000-nya disinyalir berada di Indonesia. Jumlah tersebut mewakili 90% dari tanaman obat yang terdapat di wilayah Asia. Dari jumlah tersebut, 25% diantaranya atau sekitar 7.500 jenis sudah diketahui memiliki khasiat herbal atau tanaman obat. Lalu, dimanakah keberadaan tanaman obat tersebut? Ternyata tanaman obat tersebut dapat kita temukan di kehidupan sekitar kita dan kali ini Lita akan bahas tanaman obat apa saja yang mudah kita temukan dan apa saja manfaatnya.

  1. Jahe
    Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat-obatan tradisional. Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak, Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit, Jahe merah. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.
  2. Kunyit
    Merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. Kunyit dapat digunakan sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar  lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.
  3. Sereh
    Tanaman Serai (Cymbopogon nardus L.) Serai dipercaya berasal dari Asia Tenggara atau Sri Lanka. Tanaman ini tumbuh alami di Sri Lanka, tetapi dapat ditanam pada berbagai kondisi tanah di daerah tropis yang lembab, cukup sinar matahari dan memiliki curah hujan relatif tinggi. Kebanyakan serai ditanam untuk menghasilkan minyak atsirinya secara komersial dan untuk pasar lokal sebagai perisa atau rempah ratus (Chooi, 2008). Adapun manfaat dari tanaman sereh yaitu mengatasi gigi berlubang, melawan radikal bebas, mengontrol tekanan darah, meringankan gejala sindrom pramenstruasi, mengatur fungsi otot, mengatasi kecemasan, menurunkan berat badan.
  4. Bunga Telang
    Bunga telang dikenal dengan berbagai nama seperti bunga teleng (Jawa), butterfly pea atau blue pea (Inggris), Mazerion Hidi (Arab). Tanaman telang merupakan tanaman yang berasal dari daerah tropis Asia, yang banyak ditemukan di Ternate, Maluku Utara dan penyebarannya meliputi Afrika, Australia, Amerika Utara, Pasifik Utara, dan Amerika Selatan seperti Brazil yang dikenal sebagai pemilik koleksi plasma nutfah tumbuhan terbesar di seluruh dunia. Bunga Telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman dengan ciri pohon merambat dan daun berpasangan, bunganya umumnya berwarna ungu, namun ada juga yang berwarna biru, merah muda (pink) dan putih. Bunga Telang memiliki banyak potensi farmakologis antara lain sebagai antioksidan, antimikrobial, antikanker, anti inflamasi, analgesik, antipiretik, antidiabetik, antisida, dan potensi terhadap susunan syaraf pusat (Central Nervous System). Potensi sebagai bahan obat ini didukung oleh kajian fitokimia yang menemukan kandungan bahan aktif seperti tanin, plobatanin, saponin, triterpenoid, fenol, flavonoid, alkaloid, antrakuinon, antosianin, flavonol glikosida, steroid, minyak-minyak esensial dan stigmas-4-ena-3,6-dion. Berbagai potensi farmakologis tersebut perlu dikaji dan ditelitu sebagai bagian dari pengembangan potensi sumber daya hayati Indonesia.
  5. Cengkeh
    Cengkeh dikenal dengan berbagai macam istilah di beberapa daerah seperti bunga rawan (Sulawesi), bungeu lawang (Sumatra) dan cengkeh (Jawa). Tanaman cengkeh bahkan dijadikan sebagai obat tradisional karena memiliki khasiat untuk mengobati sakit gigi, rasa mulas sewaktu haid, rematik, pegal linu, masuk angin, sebagai ramuan penghangat badan dan penghilang rasa mual (Nuraini, 2014). Bagian tanaman cengkeh yang banyak dimanfaatkan adalah bunga, tangkai bunga dan daun (Nurdjannah, 2007).
  6. Lada Hitam
    Lada hitam biasanya digunakan sebagai bumbu dan obat tradisional. Tanaman lada yang ada di Indonesia berasal dari daerah Malabar India, dan dibawa oleh koloni hindu yang pindah ke Asia tenggara sejak 2000 tahun silam (Anonim, 2005). Piperine bermanfaat dalam menyembuhkan beberapa penyakit seperti sakit tenggorokan, sakit kepala, dan penyakit kulit. Konsentrasi piperine sekitar 6%-9% di dalam Piper nigrum L., 4% di dalam Piper longum dan 4.5% di dalam Piper retrofractum (Anonim, 2002).
  7. Kayu Secang
    Secang (Caesalpinia sappan L.), tergolong tumbuhan herbal yang tumbuh alami pada hutan-hutan sekunder. Secang mengandung senyawa fenolik seperti flavonoid, mempunyai aktivitas antioksidan penangkap radikal bebas (Panovska et al., 2005 dalam Rahmawati, 2011). Senyawa antioksidan dari bahan alami atau tumbuhan memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan sintetik karena residu yang dihasilkan. Ekstrak kayu secang berkhasiat untuk mengobati diare, sifilis, darah kotor, berak darah, malaria, dan tumor (Anariawati, 2009). Selanjutnya dapat digunakan sebagai penawar racun, pengobatan sesudah persalinan, katarak, maag, masuk angin, dan kelelahan (Rahmawati, 2011). Selain itu, ekstrak cair kayu secang dapat dibalurkan pada bagian tubuh yang luka, serta dapat mengobati penyakit tulang keropos (osteoporosis).
  8. Bunga Lawang
    Dalam pengobatan tradisional China, bunga lawang biasa diresepkan sebagai obat untuk mengatasi masalah pencernaan, meningkatkan kesehatan orang reproduksi peremouan serta membantu ibu menyusui untuk meningkatkan suplai ASI. Sifat antibakteri dan antijamur yang dimiliki bunga lawang berguna dalam pengobatan asma, bronkhitis dan batuk kering.
  9. Daun Pandan
    Pandan wangi merupakan salah satu jenis pandan yang memiliki daun tidak berduri dan banyak dibudidayakan di pekarangan rumah khususnya bagi masyarakat di Asia tenggara (de Guzman and Siemonsma, 1999). Pandan untuk bahan makanan, pewangi, zat pewarna, bahan anyaman, atap, tikar, obat-obatan, tanaman hias dan lain-lain (Heyne, 1987). Pandanus furcatus dan Pandanus tectorius digunakan sebagai bahan anyaman untuk membuat tikar, topi dan tas, Pandanus bidur sebagai obat sakit gigi, sedangkan Pandanus nitidus dan P. tectorius var. variegatus digunakan sebagai tanaman hias (Rahayu dan Handayani, 2008).
  10. Lemon
    Lemon merupakan tanaman asli Asia Tenggara yang pertama kali tumbuh di India, Burma Utara dan Cina. Pada tahun 1493, Christopher Colombus membawa biji Citrus limon ke Hispaniola. Macam-macam kandungan dalam lemon: 5.1. Asam Askorbat. Citrus limon kaya akan vitamin C atau asam askorbat. Vitamin C merupakan kandungan utama yang terdapat pada air perasan buah lemon yang bermanfaat sebagai antioksidan. Flavonoid merupakan antimikroba karena membentuk senyawa kompleks dengan protein ekstraseluler, mengubah sifat fisik dan kimiawi sitoplasma, dan mendenaturasi dinding sel bakteri sehingga menganggu fungsi permeabilitas selektif, fungsi pengangkutan aktif, dan pengendalian susunan protein sehingga menyebabkan kematian pada bakteri (Ramadhinta et al., 2016). Kandungan flavonoid pada sitrus memiliki aktivitas biologis yang luas, termasuk sebagai antibakteri, antijamur, antidiabetes, antikanker, dan aktivitas antivirus. Flavonoid dapat berfungsi sebagai antioksidan langsung dan menangkap radikal bebas, serta memiliki kapasitas dalam memodulasi aktivitas enzim dan menghambat proliferasi sel. Pada tumbuhan, flavonoid berperan dalam menyerang mikroorganisme patogen, seperti bakteri, jamur dan virus (Dhanavade et al., 2011).

    Pada air perasan lemon mengandung asam-asam yang berperan pada pembentukam rasa masam pada buah.Terdapat beberapa zat yang terkandung dalam air perasan lemon antara lain vitamin C, minyak atsiri, bioflavonoid, polifenol, kumarin, flavonoid, dan minyak-minyak volatil (Nizhar, 2012). Menurut penelitian yang pernah dilakukan, air perasan buah lemon menunjukkan aktifitas antibakteri dan bermanfaat sebagai antioksidan. Air perasan bauh lemon menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih tinggi terhadap P. Aeruginosa jika dibandingkan dengan ekstrak biji dan kulit lemon (Pandey et al., 2014). Air perasan buah lemon dilaporkan efektif melawan bakteri S. aureus, S. Haemolitycus, dan E. Coli (Saeed et al., 2006).

Berikut ini Resep Minuman dari Beberapa Tanaman Obat Tersebut :


Resep Wedang Ronde

Wedang Ronde

Bahan Wedang Ronde:

  • 600 g jahe
  • 400 g gula pasir
  • 6 batang serai
  • 6 lembar daun pandan
  • 8 lembar daun jeruk
  • 2500 ml air
  • 100 g sagu mutiara
  • 125 g kolang kaling
  • 75 g kacang tanah sangrai
  • 5 lembar roti tawar

Bahan Ronde:

  • 75 g kacang tanah kupas
  • 50 g gula pasir
  • 3 sdt wijen sangrai
  • 1 sdm air
  • 175 g tepung ketan
  • ¼ sdm garam
  • 1 sdt gula pasir halus
  • 150 ml air dingin
  • pewarna makanan, merah dan hijau masing-masing dua tetes

Cara Membuat Wedang Ronde:

  1. Untuk membuat rondenya, campurkan kacang tanah kupas, gula pasir, wijen sangrai, dan 1 sdm air, aduk rata.
  2.  Campurkan tepung ketan, garam, gula pasir halus, aduk rata.
  3.  Tuangkan 150 ml air dingi, aduk hingga menggumpal.
  4. Bagi tiga adonan, di dua adonan teteskan pewarna makanan.
  5. Masukkan isi ronde ke adonan, lalu bentuk bulat-bulat.
  6. Rebus hingga matang.
  7.  Untuk membuat kuahnya, rebus jahe dengan gula pasir, serai, daun pandan, dan daun jeruk hingga mendidih. Tempatkan ronde di gelas saji, masukkan sagu mutiara, kolang-kaling, kacang tanah, dan roti tawar, terakhir tuangkan air jahe. Sajikan.

Resep Kunyit Asem

Kunyit Asem

Bahan Kunyit Asem:

  • 500 gram kunyit (cuci lalu bakar supaya tidak langu)
  • 1/4 gula Jawa (sisir kasar)
  • 3 sdm gula pasir
  • 500 gram asam Jawa
  • 2 liter air
  • 1/2 sdt garam

Cara Membuat Minuman Kunyit Asem:

  1. Bersihkan kunyit, lalu diparut kemudian tambahkan air dan saring ambil sarinya.
  2. Rebus air perasan kunyit dengan menambahkan asam, gula dan garam sampai campuran benar-benar mendidih (sambil diaduk).
  3. Setelah mendidih, angkat dan dinginkan lalu simpan dalam tempat tertutup (lebih baik botol kaca). Sajikan.

Resep Teh Bunga Telang

Teh Bunga Telang

Bahan Teh Bunga Telang:

  • 8 kuntum bunga telang
  • 200 ml air panas

Empon-Empon Jahe, Kunyit dan Sereh

Empon-Empon Jahe, Kunyit dan Sereh

Bahan:

  • 3 Ruas Jahe
  • 2 Ruas Kunyit
  • 2 Batang Sereh
  • 1 buah lemon besar
  • Chia Seed
  • Madu

Cara Membuat:

Jahe, Kunyit dikupas,kemudian dicuci begitu juga dengan sereh lalu geprek kemudia rebus sekitar lima menit, jika sudah mendidih tunggu sampai hangat, baru masukkan madu, perasan lemon dan chia seed.

Resep Wedang Uwuh

Wedang Uwuh

Bahan:

  • Kayu Secang 5-6 lembar
  • Jahe 3 ruas (memarkan)
  • Lada Hitam
  • Kapulaga
  • Bunga Lawang
  • Daun Pandan 2 lembar, ikat atau potong-potong
  • Cengkeh
  • Sereh 3 batang (memarkan)
  • buah Gula Aren

Cara membuat:

  1. Pertama – tama masukkan air bersih kedalam panci, rebus hingga mendidih.
  2. Masukkan jahe, bunga lawang, lada hitam, kapulaga, dan bunga lawang kurang lebih 10 menit, kemudian masukkan daun pandan, gula aren dan kayu secang rebus kurang lebih 3-5 menit (sambil diaduk hingga larut).
  3. Angkat dan tuang kedalam gelas saji kemudian hidangkan selagi hangat.

Tulisan dan foto oleh Lita Nurliana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *