Seni Tani Slider

Seni Tani – Lahan Tidur Menjadi Kebun

Seni Tani adalah gerakan yang lahir atas kegelisahan dan kekhawatiran Kami, tiga alasan utama diantaranya adalah (1) adanya lahan-lahan tidur di kawasan Arcamanik, khususnya di Kelurahan Sukamiskin; (2) data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung (2021) menunjukan 96% pangan Kota Bandung masih impor, kondisi ini menuntut kita untuk dapat mewujudkan ketahanan pangan lokal; (3) berbagai media menginformasikan tingginya tingkat depresi pemuda di Kota Bandung, salah satu penyebabnya dipicu oleh pengaruh media sosial dan sulitnya mendapatkan pekerjaan di masa pandemi.

Seni Tani hadir untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan yang ada, khususnya dari tiga masalah utama yang sudah dijelaskan di atas. Terdapat tiga aspek yang Kami perjuangkan, yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi. Di sisi lingkungan Kami mengubah lahan tidur di kawasan lahan SUTT Arcamanik, di lahan tersebut Kami menerapkan urban farming dengan memanfaatkan potensi sumber daya sekitar menjadi kebun pangan melalui pertanian organik yang berkelanjutan. Dari segi sosial, Seni Tani melibatkan pemuda dan komunitas untuk mendapatkan nature healing melalui Kebun Komunal; memberikan pelatihan urban farming; serta menyediakan akses pangan lokal dan sehat. Pada aspek ekonomi, para petani muda kota di Seni Tani berdaya dan mendapatkan kepastian pendapatan dari hasil penjualan hasil tani dengan pendekatan sistem CSA (Community Supported Agriculture).

Bersama tiga orang petani muda, kini Seni Tani sedang memanfaatkan 1.000m2 lahan tidur dan telah menghasilkan 330.092 kg berbagai jenis sayuran sehat. Sayuran-sayuran ini mendapatkan nutrisi alami dari lasagna compost yang Kami olah di lahan dengan memanfaatkan berbagai material organik di sekitar kebun seperti rumput liar, ilalang, jerami padi, hingga ampas kopi dari beberapa kedai kopi mitra. Kami senang sekali hingga bulan Oktober kemarin telah hasilkan 2.580 kg panen kompos dan memanfaatkan sebanyak 920 kg ampas kopi.

Sayuran hasil panen dari Kebun Seni Tani kami didistribusikan dengan sistem Community Supported Agriculture (CSA) atau kami istilahkan dengan kata Tani Sauyunan. Tani Sauyunan adalah sebuah sistem yang bertujuan mendekatkan antara petani dan masyarakat, di dalamnya terdapat kata Sauyunan, yang memiliki makna kebersamaan. Kebersamaan antara petani muda dan para anggota CSA yang terdaftar. Dengan sistem ini, kami berharap petani muda bisa memiliki kepastian pendapatan dan anggota CSA yang bergabung bisa memperoleh pangan sehat dengan harga yang adil. Hingga saat ini Tani Sauyunan sudah memasuki periode ke-6, dengan rata-rata 20 orang anggota perbulannya.

Berkebun dan mengolah pangan sehat kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, berbagai kalangan masyarakat mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari antusias masyarakat dalam mengikuti Kelas dan Kebun Komunal Tani Bestari sebanyak 105 orang peserta pada periode Juli – Agustus 2021 lalu. Sesi diskusi dan berbagi pengalaman pun aktif dilakukan pada WhatsApp Grup Seni Tani yang kini berjumlah 101 orang anggota. 

Tidak terasa, hari demi hari kami lalui bersama dengan benih sayur yang terus bertumbuh dan berkembang; mikroorganisme tanah yang kami pertahankan agar tetap berkembang dengan baik; lahan-lahan tidur yang kini bermanfaat bagi berbagai pihak. Tidak jarang kami mengalami benih-benih yang tidak tumbuh sempurna; hasil panen yang kurang maksimal; kurangnya sumber daya air; hingga kondisi-kondisi alam yang berada di luar kuasa Kami. Hal-hal baik dan seluruh pengalaman yang telah dilalui menjadi alasan untuk Seni Tani tetap bestari dan lestari. Dukungan Anda, Semesta, dan seluruh pihak yang terlibat adalah penyemangat Kami, untuk terus menjadi bagian gerakan yang berkelanjutan.

Seni Tani. Kenali sepenuh hati dan selaras dalam kolaborasi 🌻

Foto oleh Cantika Chaerunisa & Fathan Abdillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.