Seni Tani Tani Bestari

Panen : The Real Apa yang Kita Tanam, Itulah yang Kita Tuai

Sehabis masa libur lebaran, maka bagiku tugas-tugas dan uas menghampiri. Saat itu, muncul pemberitahuan bahwa tani bestari akan kembali bertemu dan agendanya adalah panen! whoaa akhirnya paneen. Memilih datang ke kebun saat itu menjadi salah satu pilihanku untuk mengisi amunisiagar selanjutnya dapat melanjutkan tugas-tugas dan menghadapi uas dengan lebih baik. Hari itu aku datang dengan tidak berekspektasi besar, hanya berharap supaya raised bed garapan kelompok ku dapat tumbuh dan hasil panennya dapat ku bawa pulang.

Panen kami mulai dari raised bed masing-masing, ternyata tidak semua yang kami tanam sukses bertumbuh. Meski demikian, ternyata lebih banyak sayuran di bedengan biasa milik kami yang lebih sukses bertumbuh hihi

Di raised bed kelompokku, hanya timun baby tumbuh dengan baik. Sayuran daun seperti pakcoy dan selada merah tetap tumbuh namun tidak dengan intensitas yang baik. Karena saat penanaman timun tersebut tidak diberi turus, maka hampir 2/4 raised bed kami tertutupi tumbuh kembang timun yang merambat hihi, namun hal tersebut tidak menjadi masalah karena timun tetap berbuah lebat.

Setelah panen di raised bed selesai, kami beralih panen di bedeng. Ternyata di bedeng hasil panen lebih menjanjikan, hampir semua space di bedeng ditumbuhi dengan apa yang sudah kami tanam. Saat itu kami membuktikan dengan benar apa kata pepatah “apa yang kamu tanam, itulah yang kami tuai” rasanya senang sekali bisa mendapatkan hasil dari yang selama ini kami tunggu-tunggu.

Panen di bedeng berlangsung lebih meriah, kami masing-masing mencabut hasil panen dengan senang hati, tidak jarang disertai sorakan-sorakan gembira. Sayuran yang kami panen dari bedengan adalah kangkung, lobak, pagoda, bayam dan selada dan banyak lainnya. Hal yang paling menyenangkan dari panen di bedeng bagiku adalah mencabut lobak. Begitu melihat lobak-lobak tersebut muncul ke atas tanah, rasanya pasti menyenangkan sekali kalau bisa mencabut mereka dengan tanganku sendiri, dan taraa aku melakukannya hihi

Sehabis kegiatan panen kami menaburkan kembali kompos dan mencampurnya dengan tanah di lahan yang sudah selesai kami cabut hasil panennya. Hal tersebut dilakukan sebagai tahap awal agar lahan tersebut dapat ditanam kembali untuk sayuran yang lainnya.

Setelah selesai mengambil hasil panen kami kemudian melakukan pencucian sayuran dan juga penimbangan. Tidak lupa kami menikmati sajian kelapa muda sebagai pemanis kegiatan panen kami hehe. Hari itu semua orang terlibat dan aku melihat tidak ada seorangpun yang tidak senang, panen menjadi momentum menyenangkan yang membuat kami gembira dan tertawa lepas. Menikmati hasil dari apa yang sudah kami lakukan selama kegiatan tani bestari ini membuat kami sadar dan mengerti bahwa mendapatkan kebutuhan pangan secara mandiri sesungguhnya menjamin kualitas dan memberikan kepuasan hati tersendiri bagi kami.

Tani bestari tidak hanya memberikan ilmu dan pengalaman yang luar biasa bagi kami, namun juga memberikan arti kekeluargaan dan pemahaman bahwa kembali mengikuti cara alam untuk mempertahankan hidup adalah cara yang menyenangkan hati. Jangan lupa juga dapat sayur mayur segala rupa yang begitu segar dan enak! hihi semoga kesenangan panen ini menjadi motivasi kami agar selanjutnya dapat berkebun sendiri dan memenuhi kebutuhan pangan kami secara mandiri.

Terimakasih sudah membaca cerita panenkuu, see youu 🙂


Namaku Nashiha Al-Sakina, biasa dipanggil Nashina oleh orang yang tidak mengenal huruf H. Hobi bercerita, tapi ya kadang2 cape juga sih hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.