Seni Tani Tani Bestari

Teman Bertumbuh

Menjadi bagian dari program Seni Tani merupakan suatu hal yang patut disyukuri. Setiap pekan menjadi salah satu hal yang paling dinanti terjadi, bukan untuk berleha-leha di kasur, tapi untuk berangkat menuju tempat pelatihan menjadi petani kota dan bertemu dengan teman-teman baru satu yang frekuensi namun berbeda background pendidikan dan profesi.

Merupakan suatu hal yang wajar saat pertemuan pertama akan terasa gugup. Begitu pun aku, tidak tahu apa yang harus dibahas, lebih banyak diam dan memperhatikan, sembari berpikir apakah jika berdiskusi dengan mereka, bahasanku akan kekinian ataukah malah tidak nyambung dan membuat obrolan terasa hambar.

Bertemu teman dari berbagai background pendidikan amatlah menyenangkan, mendengarkan pengalaman mereka, cerita-cerita mereka, membuatku merasa senang. Sudah lama tidak bercengkrama seperti ini semenjak pandemi, sharing hal-hal random dengan orang lain. Ada kak Nadhira yang selalu bercerita tentang pengalamannya yang memukau sampai pernah memakan daging biawak untuk survive dan daging beruang secara tidak sengaja; ada Faris yang baru lulus (selamat yaa Faris) yang punya tujuan sama denganku yaitu menikmati hidup dengan cara slow living (tapi kayaknya kita gak bisa gitu ya Ris); ada kak Mega yang bercerita pengalamannya sharing pertanian di Papua; ada Ali dengan cerita pengalaman magangnya di perusahaan bidang pertanian yang semuanya sudah tersistem; ada Gilang yang kalau bertanya aku selalu heran, kok bisa kepikiran sampai sana; ada Nashiha yang kocaknya gak ketulungan, sama-sama orang kabupaten dengan logat yang khas. Tak lupa ada kak Putu yang ceplas ceplos; ada Shafa yang selalu gercep sat set sat set (makasih ya Shafa udah ngerjain ppt kelompok kita); ada Riska, Maghfira, Raisya, Aris, Ata dan Zahra dengan cerita mereka masing-masing.

Gambar 1. Saat mengolah lahan untuk ditanami bibit sayuran

Semakin kesini merasa mengenal lebih dalam terkait keresahan, kegelisahan, harapan dan impian yang tersimpan dibalik senyum mereka. Beberapa pertemuan dengan Mba Any dari KAIL membuat aku sedikit banyak memahami apa yang mereka rasakan.

Selalu haru ketika teman-teman saling support, saling menyemangati setelah cerita keresahannya masing-masing. Ditemani bimbingan dari Mba Any yang mecerahkan membuat semua orang terlihat lebih bersemangat untuk menghadapi tantangan yang ada. Aku belajar banyak dari apa yang kalian ceritakan.

Gambar 2. Pertemuan Online dengan Mba Any dari KAIL

Sudah dulu ya ceritanya, intinya aku sangat beruntung bisa bertemu dengan kalian. Terima kasih sudah mau menerimaku sebagai teman baru kalian. Tak lupa terima kasih spesial ditujukan kepada Kang Galih, Kang Fathan, Teh Vanya, Teh Mentari dan Teh Anggiiet. Hai Perkenalkan namaku Anwar, lengkapnya Khoerul Anwar. Kesibukan saat ini mengelola bisnis online bidang pertanian dan craft. Suka menjelajah dan wisata kuliner juga.


Hai Perkenalkan namaku Anwar, lengkapnya Khoerul Anwar. Kesibukan saat ini mengelola bisnis online bidang pertanian dan craft. Suka menjelajah dan wisata kuliner juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.